Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Kumpul Bersama Masyarakat, Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Mariso Bersatu Cegah Tawuran dan Geng Motor

8
×

Kumpul Bersama Masyarakat, Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Mariso Bersatu Cegah Tawuran dan Geng Motor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam mencegah terjadinya tawuran dan aksi geng motor yang meresahkan warga.

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat yang berlangsung di Kompleks Gereja HKBP, Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026) pukul 20.00 Wita.

Example 300x600

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat utama Polrestabes Makassar, Kapolsek Mariso Kompol Mahrus Ibrahim, S.Sos., M.H., unsur TNI, Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba, S.E., lurah, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa persoalan tawuran dan geng motor tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan aparat kepolisian. Diperlukan keterlibatan aktif keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mencegah kenakalan remaja sejak dini.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya, terutama dalam pergaulan. Jangan sampai anak-anak kita terlibat dalam aksi tawuran atau geng motor karena kurangnya pengawasan,” tegas Arya Perdana.

Ia menjelaskan, konflik antarkelompok yang berulang bukanlah yang patut dipertahankan, melainkan persoalan yang perlu diselesaikan bersama, termasuk dengan memutus rantai dendam yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, pembiaran terhadap anak-anak yang menyaksikan aksi tawuran juga berpotensi menanamkan perilaku kekerasan sejak dini.

“Ini sebenarnya bukan tradisi, tetapi dendam lama yang terus berulang. Ketika anak-anak dibiarkan melihat dan menganggap tawuran sebagai hal biasa, secara tidak langsung kita membentuk pola pikir mereka bahwa kekerasan adalah sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Kombes Pol Arya juga menyoroti penyalahgunaan narkoba yang dapat memperburuk perilaku dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan kamtibmas. Karena itu, Polrestabes Makassar terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkoba guna melindungi generasi muda dari pengaruh barang terlarang tersebut.

Selain penegakan hukum, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan setiap potensi gangguan keamanan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Kami memiliki layanan Call Center 110. Apabila masyarakat menemukan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan tersebut agar bisa cepat ditindaklanjuti dan permasalahannya tidak semakin meluas,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait penanganan tawuran yang kerap terjadi berulang kali di wilayah Mariso.

Salah seorang warga, Ilham, mempertanyakan langkah strategis kepolisian untuk menghentikan konflik antarkelompok yang terus berulang dan dikhawatirkan berkembang menjadi kebiasaan turun-temurun.

Menanggapi aspirasi tersebut,Kombes Pol Arya mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan dalam mengawasi seluruh wilayah hukum Polrestabes Makassar. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dan sinergi lintas sektor dinilai sangat diperlukan.

Ia juga menyampaikan bahwa Polda Sulawesi Selatan memiliki program pembinaan bagi anak-anak muda yang terlibat tawuran maupun geng motor melalui pendidikan dan pembinaan di Sekolah Polisi Negara (SPN) selama tiga hari.

“Anak-anak yang terlibat tawuran tidak cukup hanya ditindak, tetapi juga perlu diberikan pembinaan agar mereka menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya,” ungkapnya.

Terkait usulan pemanfaatan Sekolah Rakyat, Kapolrestabes menjelaskan bahwa kapasitas program tersebut masih terbatas. Meski demikian, koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial, terus dilakukan untuk mencari solusi penanganan yang sesuai bagi anak-anak yang membutuhkan pembinaan.

Sebelumnya, Camat Mariso dalam sambutannya berharap kehadiran Kapolrestabes Makassar dapat memberikan arahan dan penguatan kepada masyarakat agar situasi keamanan di wilayahnya kembali kondusif.

Ia mengungkapkan bahwa insiden serupa telah terjadi dua kali. Pada salah satu penanganan kejadian sebelumnya, Polsek Mariso berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat.

Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait juga telah berupaya mendamaikan kedua belah pihak. Namun, terulangnya kejadian tersebut menunjukkan perlunya langkah pencegahan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat ini, Kapolrestabes Makassar berharap komunikasi antara kepolisian, pemerintah, dan warga semakin erat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan sedini mungkin.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan pengawasan orang tua, kepedulian lingkungan, pembinaan generasi muda, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Mariso semakin aman, damai, dan kondusif.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *