Makassar — Pemerintah Kecamatan Manggala bersama aparat keamanan, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat menggelar rapat koordinasi dalam rangka meredam terjadinya kembali perang kelompok antara warga Kompleks Aditarina dan warga Bitowa Lama, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Manggala, Jalan Bitowa Raya Nomor 3, Senin (14/9/2026), mulai pukul 10.00 WITA.
Rapat tersebut dihadiri Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., Danramil 1408-10 Panakkukang-Manggala Mayor Inf. Mappayukkung, S.Sos., Plt. Camat Manggala Rahmat, S.STP., M.Si., serta unsur TNI-Polri, pemerintah kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, pihak sekolah, dan perwakilan warga dari kedua wilayah. Pertemuan digelar sebagai langkah bersama untuk mencari solusi sekaligus mencegah konflik yang sebelumnya beberapa kali terjadi.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan menegaskan bahwa kepolisian tidak berpihak kepada kelompok mana pun. Kehadiran personel di wilayah Aditarina maupun Bitowa Lama merupakan bentuk pelayanan dan upaya memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan pergerakan massa, menyebarkan isu yang belum terverifikasi, maupun informasi provokatif yang dapat memperkeruh keadaan.
“Polri tidak berpihak kepada kelompok mana pun. Kehadiran personel di wilayah Aditarina maupun Bitowa Lama merupakan bentuk pelayanan dan upaya kami memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat,” tegas Kompol Semuel.
Kapolsek juga meminta seluruh pihak menghentikan tindakan yang berpotensi memicu konflik serta mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan. Ia menyampaikan bahwa apabila konflik kembali terjadi dengan eskalasi yang meningkat, penambahan kekuatan personel dari tingkat Polres hingga Polda akan dilakukan sesuai kebutuhan pengamanan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan massa, tidak menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya, dan jangan mudah terprovokasi. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, serta mekanisme hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil 1408-10 Panakkukang-Manggala Mayor Inf. Mappayukkung mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan dalam suasana kekeluargaan. Ia meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali konflik dan menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat yang berwenang. Hal senada disampaikan unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, dan tokoh masyarakat yang mendorong terciptanya perdamaian di kedua wilayah.
Perwakilan warga Bitowa Lama dan Kompleks Aditarina juga sepakat agar persoalan tidak digeneralisasi sebagai konflik antarseluruh warga. Ketua RW dari kedua wilayah mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi maupun menyebarkan konten bernada provokatif di media sosial. Pihak sekolah juga berharap konflik tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar dan keamanan anak-anak yang bersekolah di SD Bitowa.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah pencegahan, di antaranya menghentikan segala bentuk aksi atau pergerakan yang dapat memicu perang kelompok, meningkatkan patroli dan pemantauan wilayah, mengaktifkan kembali Pos Kamling, serta memperkuat komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga. Kedua belah pihak juga sepakat membuat dan menandatangani Surat Pernyataan Damai sebagai komitmen menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah, kekeluargaan, dan mediasi.
Rapat koordinasi berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. Melalui pertemuan tersebut, seluruh pihak diharapkan mampu menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Manggala. Upaya menjaga perdamaian dinilai menjadi tanggung jawab bersama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan aman dan nyaman.
Hingga berita ini diturunkan, pengamanan di sekitar lokasi konflik diperketat. Sebanyak satu kompi personel Brimob Polda Sulsel, yang diperkuat personel gabungan Polrestabes Makassar dan Polsek Manggala, masih disiagakan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
